
Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts
Saturday, March 3, 2012
A Place Called Home.

The fact in how great is your own hometown make me realise that it takes thousand miles away to getting this kind of consciousness. If I live with my curiosity and not having a gut to get my Master degree in London, I probably wouldn't be able to understand this whole thing. You never know if you never try.
I think after this April, I'm just gonna focus on my career in Jakarta. It's the best job ever anyway. The dream job! Settle down, buy an apartment at the end of the year. Travel somewhere near, probably HongKong or Vietnam, or Samui. Maybe hire personal trainer to get more discipline in shaping out my flabby love handle. It's time to take off my adventure badge. But till April '12, I'm just going to enjoy London, submit my final research, wandering around Amsterdam and Paris and finally facing the real challenge and get down to the business.
It's a good life.
Wednesday, October 19, 2011
Indonesia – The country branding puzzle
Thursday, January 7, 2010
Where to Live

I should probably find other place beside Asia. Melbourne seems like a great option. While Sydney is too rough for me. And Auckland is too Korean. Seriously, get yourself to the city centre and you find yourself surrounded by countless Korean and Mainland Chinese with their tofu jacket. Even though Davenport is a very comforting to live.
However, finding a job to move to other cities outside Asia is not easy. One of the way is to get a Master degree in one of the big cities in the world and try to apply working Visa or post work study. Hmmm.. how about Europe?
Wednesday, October 17, 2007
Summer in Seoul

Yang gue pikirin pagi ini cuma teh. Dan yang gue lihat di kamar hostel ini cuma ada green tea dengan tulisan hangeul. Lebih baik daripada cari teh di luar, mahal. Masih belum terlintas satupun rencana hari ini. Cuma ada peta wisata kota dan buku lonely planet, dan waktu yang tepat untuk baca, saat buang air besar. Paling nggak ada waktu 10 menit untuk baca sampai semuanya kelar.

Art gallery di kiri kanan jalan, museum mainan, barang-barang traditional sebagai cinderamata, caucasian yang sibuk berphoto-photo. It's the best place to stay. Gak sehiruk pikuk Myong-dong yang kiri kanan penuh dengan orang bejubel jubel. It's summer, so the whole city is damn humid. Setelah mondar mandir sekitar kota kok gue notice simbol love hotel alias hotel jam-jam-an. Kok rasanya pernah lihat simbol itu... tapi dimana ya??
Pas pulang ke Insa-dong balik ke hostel gue.. damn.. itu simbol gede banget di depan resepsionisnya. Semoga sepreinya mereka bersihin.
Wednesday, August 1, 2007
Mind Travel

Alam pikiran itu luas. Dan luasnya tergantung dengan imajinasi kita. Buat gue, tenggelam dalam pikiran itu luar biasa. Masuk ke dalam setiap memori yang pernah terekam di otak, memainkan ulang kembali, dan sedikit membumbuinya dengan berbagai macam imajinasi jadi sebuah mind-blowing experience. Suatu kali saat pulang kerja, diantara macetnya senja dan himpitan gedung, lagi-lagi gue tenggelam dalam pikiran. Membayangkan naik vespa di antara jalanan oberoi, berdua, sambil menunggu sunset. Suara angin pelan-pelan terdengar di balik earphone iPod, Crush into Me, Dave Matthews band. Kemudian sedetik kemudian pindah ke jalan shinjuku, autumn wind, tersesat dalam ucapan-ucapan yang gak gue ngerti, udara malam yang dingin dan sebuah peta kecil di tangan. Sedetik kemudian pindah lagi di sebuah public space di raffles place, berteman dengan yoghurt dan sandwich mexican roast chicken, dan pisang. Ngobrol berdua, sambil ngelihatin manusia yang lalu lalang, one of the best place to chit chat till' the last train come.
Tin tin!! Bunyi klakson. Shit, lagi enak-enaknya. Ternyata balik lagi ke Jakarta yang senja hari, yang macet dan penuh polusi dan polisi. Polisi cepe yang asik asik minta ribuan, dan polisi lalu lintas yang malak puluhan ribu. Well.. kapan aja gue butuh kabur dari Jakarta, segampang gue mind traveling.
Subscribe to:
Posts (Atom)

